Pengenalan MPLS

MPLS
(Multi Protocol Label Switch)

MPLS merupakan salah satu bentuk konvergensi vertikal dalam topologi jaringan. MPLS menjanjikan banyak harapan untuk peningkatan performansi jaringan paket tanpa harus menjadi rumit seperti ATM. Metode MPLS membangkitkan gagasan untuk mengubah paradigma routing di layer-layer jaringan yang ada selama ini, dan mengkonvergensikannya ke dalam sebuah metode, yang dinamai GMPLS. GMPLS melakukan forwarding data menggunakan VC tingkat rendah dan tingkat tinggi di SDH, dan panjang-gelombang di WDM, dan serat-serat dalam FO; terpadu dengan routing di layer IP.



Teknologi ATM dan frame relay bersifat connection-oriented: setiap virtual circuit harus disetup dengan protokol persinyalan sebelum transmisi. IP bersifat connectionless: protocol routing menentukan arah pengiriman paket dengan bertukar info routing. MPLS mewakili konvergensi kedua pendekatan ini.

MPLS, multi-protocol label switching, adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF untuk memadukan mekanisme label swapping di layer 2 dengan routing di layer 3 untuk mempercepat pengiriman paket. Arsitektur MPLS dipaparkan dalam RFC-3031 [Rosen 2001].

 
Network MPLS terdiri atas sirkit yang disebut label-switched path (LSP), yang menghubungkan titik-titik yang disebut label-switched router (LSR). LSR pertama dan terakhir disebut ingress dan egress. Setiap LSP dikaitkan dengan sebuah forwarding equivalence class (FEC), yang merupakan kumpulan paket yang menerima perlakukan forwarding yang sama di sebuah LSR. FEC diidentifikasikan dengan pemasangan label. Untuk membentuk LSP, diperlukan suatu protokol persinyalan. Protokol ini menentukan forwarding berdasarkan label pada paket. Label yang pendek dan berukuran tetap mempercepat proses forwarding dan mempertinggi fleksibilitas pemilihan path. Hasilnya adalah network datagram yang bersifat lebih connection-oriented.

Komponen MPLS

  1. Label Edge Router (LER)
  • Beroperasi di sisi tepi dari jaringan MPLS.
  • Bertanggung jawab untuk memlabeli dan membuang label
  • Ingress router melabeli paket
  • Engress router membuang/melepas label
  • Support multiple protocol seperti ATM, Frame Relay dan Ethernet
  1. Label Switch Router (LSR)
  • Beroperasi di dalam (core) jaringan MPLS
  • Label lookup
  • Label Swap
  • Forwarding packet
  1. Label Swtich Path (LSP)
  • Merupakan jalur (path) yang dilalui packet yang telah di assign label dari sumber ketujuan
  1. Label Distribution Protocol (LDP)
  • Merupakan protocol yang digunakan untuk mendistribusikan label ke Label switch path.
  1. Forwad Equivalence Class (FEC)
  • Kumpulan (group) paket-paket yang menerima perlakuan yang sama selama transmisi
  • Paket-paket akan dianalisa dan dipetakan ke FEC pada waktu memasuki jaringan MPLS (dilakukan di ingress router)
  1. Label Forwad Information Based (LFIB)
  • Merupakan table yang berisi mapping label, incoming port/label, dan outgoing port/label
  • Dalam traditional IP routing, seperti Table Routing


Karena sebagian besar kelebihan ATM telah terlingkupi dalam teknologi ATM, sebenarnya jaringan IP over ATM dapat digantikan oleh sebuah jaringan MPLS. MPLS bersifat alami bagi dunia IP. Traffic engineering pada MPLS memperhitungkan sepenuhnya karakter trafik IP yang melewatinya.
Keuntungan lain adalah tidak diperlukannya kerumitan teknis seperti enkapsulasi ke dalam AAL dan pembentukan sel-sel ATM, yang masing-masing menambah delay, menambah header, dan memperbesar kebutuhan bandwidth. MPLS tidak memerlukan hal-hal itu.






Cara Kerja MPLS

Paket data yang masuk dari CE ke LER (Label Edge Router) dilakukan klasifikasi untuk ,menentukan kelasnya/ kualitas layanan atau disebut juga FEC (Forwarding Equivalent Class). Di jaringan MPLS paket data yang akan di forward diberi label setiap masuk ke LER/LSR. Label akan dilepas jika sampai pada engress router.